berita bola

Yang Wajib Kamu Ketahui dari Persiapan Pentas Sepakbola Piala Dunia

Sejauh mana sih persiapan untuk ajang kompetisi besar seperti Piala Dunia? Bagi negara yang akan menjadi tuan rumah penyelenggara, persiapannya sangat panjang. Kita gunakan contoh dari Piala Dunia 2018. Dua tahun lagi, negara yang menjadi tuan rumah adalah Rusia. Dan untuk pertama kalinya, Rusia menjadi tuan rumah dari perhelatan besar tersebut.

Yang Wajib Kamu Ketahui dari Persiapan Pentas Sepakbola Piala Dunia

Pemilihan Tuan Rumah

Keputusan atau penetapan negara tuan rumah Piala Dunia itu tidak dilakukan terburu-buru. Sudah dari tahun 2009 silam, telah dipertimbangkan dan diputuskan negara-negara yang akan menjadi tuan rumah saat Piala Dunia 2018 dan 2022. Waktu itu, setiap asosiasi sepakbola di negara yang berminat mengajukan diri sudah harus menyerahkan pengajuan tersebut sebelum tanggal 2 Februari 2009.

Tahun itu, sudah tercatat tujuh negara yang melayangkan pengajuan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Tapi di tengah prosedur, Meksiko tiba-tiba mengundurkan diri. Bahkan pada tahapan berikutnya, setiap negara yang bukan berasal dari UEFA mengundurkan diri dari proses pengajuan tersebut. Tapi sebaliknya, negara-negara yang tergabung dalam UEFA dan sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah di 2022 pun mengundurkan diri. Hasil akhirnya waktu itu adalah ada pengajuan dari empat negara Eropa untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Negara-negara tersebut adalah Inggris, Rusia, Belanda/Belgia, dan Spanyol/Portugal.

Bagaimana akhirnya Rusia ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018? Tahun 2010, tepatnya tanggal 2 Desember, Komite Eksekutif FIFA mengadakan pertemuan. Ada 20 anggota komite yang berpartisipasi dalam proses pemungutan suara menentukan negara mana yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Akhirnya, Rusia keluar sebagai nama negara yang paling banyak dipilih untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2018. Peringkat kedua terbanyak ditempati oleh Spanyol/Portugal, disusul oleh Belanda/Belgia.

Untuk proses kualifikasi Piala Dunia 2018 memang belum diumumkan. Namun secara otomatis, Rusia sudah langsung lolos ke putaran final karena menjadi tuan rumah. Situasi itu sekaligus menguntungkan sebagai tuan rumah, namun masih panjang persiapannya kalau melihat dari rentang waktu sejak 2010 itu. Ada sekitar delapan tahun kurang yang harus benar-benar disiapkan termasuk infrastruktur yang akan memfasilitasi seluruh rangkaian kompetisi Piala Dunia 2018 nanti.

Lokasi Penyelenggaraan

Menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah kebanggaan yang tak cuma dirasakan oleh para petinggi negara tetapi seluruh warga negaranya. Memang kelihatannya mudah sekalu mengucapkan betapa inginnya menjadi penyelenggara Piala Dunia. Namun konsekuensinya harus dipertimbangkan dan disiapkan segala sarana dan prasarananya. Kita pun mesti ingat bahwa ini adalah kompetisi kelas dunia yang melibatkan berbagai negara yang lolos dari putaran kualifikasi hingga saling bersaing menuju babak final.

Karena itu, dari pihak negara yang sudah mengajukan penawaran menjadi tuan rumah pun tak bisa sembarangan. Ada seleksi pada kesiapan secara infrastruktur dan bagaimana nantinya operasional dari seluruh rangkaian kompetisi yang diselenggarakan di tiap wilayah atau kota. Nah, Rusia telah mengajukan beberapa kota yang bakal menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan. Negara ini menyediakan 13 kota dengan 16 stadiun. Sedangkan dari 16 stadiun itu, tiga di antaranya direnovasi dan 13 merupakan hasil pembangunan stadiun baru. Dari penjelasan itu, sudah bisa dibayangkan betapa besarnya anggaran dari sebuah negara demi menjadi tuan rumah Piala Dunia. Karena negara itu harus memiliki kesiapan dana yang sangat besar untuk tak cuma menyediakan fasilitas stadiun, tetapi yang juga memenuhi standar dari FIFA.

Membangun Infrastruktur

Membangun Infrastruktur

Jangan lupakan bahwa infrastruktur untuk kompetisi Piala Dunia itu bukan cuma stadiun. Mau ditaruh mana para pemain, manajer, dan seluruh suporter yang berasal dari berbagai belahan dunia itu? Mereka harus memiliki tempat penginapan yang cukup dan tak cuma memadai namun punya standar yang tak sembarangan. Belum lagi soal bandara dan transportasi. Bisa dibayangkan kan bagaimana gelinya di Indonesia jika menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan kondisi transportasi yang masih seperti sekarang?

(Baca juga: Apa sih kesibukan para pemain setelah menggantung sepatu?)

Bayangkan saja bahwa membangun seluruh infrastruktur itu mungkin terasa biasa sebagai bagian dari kebijakan negara. Tapi kepentingannya ini adalah untuk tujuan berskala internasional. Sehingga dana yang dibutuhkan pun lebih besar lagi. Wajar jika Rusia langsung gila-gilaan melakukan persiapan pembangunan beberapa stadiun yang sudah mendapatkan sertifikasi dari FIFA. Selain itu beberapa kebijakan pun diterapkan seperti menggaet kerjasama dengan investor swasta demi membangun infrastruktur yang lebih cepat dan sesuai standar.

Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya di satu dua kota. Tetapi sejumlah kota yang telah dipersiapkan Rusia untuk menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan. Beberapa kota yang akan menjadi tuan rumah selama Piala Dunia 2018 ini adalah Yekaterinburg, Yaroslavl, Volvograd, Sochi, Samara, Saint Petersburg, Rostov-on-Don, Nizhny Novgorod, Moscow, Krasnodar, Kazan, dan Kaliningrad.

Tantangan yang sangat besar bagi Rusia dalam mempersiapkan kompetisi Piala Dunia yang tinggal satu tahun lagi. Namun kalau dalam perencanaannya yang sudah sejak lama, rentang waktu sekitar setahun ini tinggal menyesuaikan dan menguatkan sejumlah sarana dan prasarana yang lebih menunjang.

Perkara infrastruktur selalu menjadi yang terdepan dengan perhitungan biaya yang masuk dalam kebijakan negara. Kesulitannya memang wajar karena dari sekian banyak negara yang sudah pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, ada beberapa yang terkesan memaksakan diri. Misalnya Brasil yang dianggap memaksakan pembangunan sejumlah infrastruktur dengan tergesa-gesa seperti jalan dan bandar. Menjadi tuan rumah sebuah kompetisi besar seperti Piala Dunia memang akan menaikkan reputasi dari sebuah negara. Namun caranya pun harus dipersiapkan dengan matang.

Faktor Kemanan

Faktor Keamanan

Hal ini pula yang sangat penting dan jangan sampai malah menimbulkan citra buruk dari sebuah negara tuan rumah. Keamanan di Rusia saat ini terus dikembangkan dan dalam kaitannya pada persiapan Piala Dunia, tentu lebih ketat lagi. Berbagai risiko dalam penyelenggaraan even kelas internasional selalu menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, Rusia menjalin sejumlah kerjasama dengan setiap perwakilan negara untuk urusan keamanan. Apalagi jika sudah sampai pada babak final yang kemungkinan pun akan dihadiri langsung oleh pejabat atau kepala negara yang bersangkutan. Demikian ribet masalah ini sehingga tidak sembarangan pula persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Persoalan lainnya adalah urusan suporter. Kewaspadaan tingkat tinggi patut diarahkan pada mereka yang menjadi suporter fanatik. Bukan hanya dari dalam negeri, tetapi para suporter dari negara-negara lain yang dikenal karena aksi-aksinya yang mengkhawatirkan. Pada akhirnya memang bukan hal mudah untuk menjabarkan banyak hal rinci mengenai persiapan Piala Dunia. Ini adalah kompetisi untuk tingkat internasional dari berbagai benua. Namun masalah yang sama dan bahkan bisa jadi lebih berat bisa dihadapi oleh negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Eropa.

Itulah beberapa yang kiranya bisa kamu ketahui mengenai persiapan pentas sepakbola dunia. Kita tunggu saja setahun lagi di Rusia, dengan hasilnya yang akan terbuktikan nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *