Beberapa Pemain Yang Hanya Bermain Untuk Sebuah Klub Di Sepanjang Karir Mereka

Bertahan di sebuah klub tanpa pernah mengenakan seragam klub lain merupakan pilihan yang ternyata diambil oleh beberapa pemain. Pada saat sepakbola telah menjadi industri dan peluang memperoleh kontrak serta gaji bernilai besar dapat datang dari klub manapun; beberapa pemain memilih untuk setia dengan mengakhiri karir di klub yang dibela sejak awal menjadi pemain profesional. Meski terbilang cukup jarang; namun ada pemain yang mengawali karir pada sebuah klub sebagai pemain yunior yang berlatih di akademi da bertahan di klub tersebut sepanjang karirnya. Sebuah kasus langka yang biasanya menjadikan pemain tersebut sebagai salah satu sosok legendaris di sebuah klub mengingat sang pemain memutuskan bertahan di klub tersebut dan pihak klub juga tidak pernah memutuskan untuk menjual pemain tersebut.

Kesetiaan pada sebuah klub merupakan sesuatu yang cukup langka di dunia sepakbola saat ini. Hanya beberapa pemain saja yang berani mangambil keputusan bertahan di sebuah klub tanpa pernah mengambil keputusan pindah ke klub lain. Bahkan seorang Steven Gerrard yagn disebut – sebut sebagai maskot Liverpool dan sempat menolak tawaran gaji besar dari Chelsea akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karir di MLS bersama LA Galaxy setelah kontraknya habis bersama Liverpool. Berikut ini beberapa pemain sepakbola profesional yang hanya memperkuat sebuah klub di sepanjang karir mereka.

Ryan Giggs, Paul Scholes Dan Gary Neville ( Manchester United )

Ryan Giggs, Paul Scholes Dan Gary Neville ( Manchester United )

Akademi sepakbola Manchester United pernah melahirkan sekumpulan pemain – pemain berbakat hebat di awal tahun 1990-an. Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham, Gary dan Philip Neville hingga Wes Brown serta Nicky Butt sempat digadang – gadang akan menjadi kekuatan hebat saat menjadi pemain senior. Harapan tersebut terwujud setelah mereka di bawah arahan manajer Sir Alex Ferguson menjadi salah satu generasi sepakbola paling sukses di Manchester United. Hanya saja beberapa pemain kemudian dijual oleh pihak klub; diawali dengan Beckham yang dijual ke Real Madrid. Kemudian diikuti oleh penjualan Philip Neville ke Everton, Nicky Butt ke Newcastle United dan Wes Brown di lepas ke Sunderland.

Hanya Ryan Giggs, Paul Scholes dan Gary Neville yang akhirnya mengakhiri karir dengan tetap mengenakan seragam Manchester United. Giggs yang terakhir memutuskan pensiun kemudian melanjukan karirnya sebagai staff kepelatihan di Manchester United; ia sempat menjabat asisten pelatih di masa kepemimpinan Louis Van Gaal. Sedangkan Paul Scholes yang terlebih dahulu pensiun; sempat kembali aktif dari masa gantung sepatu saat Manchester United mengalami masa sulit di akhir kepemimpinan Ferguson. Gary Neville yang sering mengalami cedera memutuskan pensiun dan aktif di dunia kepelatihan. Ryan Giggs mencatat 672 pertandingan liga bersama Manchester United antara tahun 1990 hingga 2014 dan mencetak total 114 gol. Sementara itu Paul Scholes mencatat 499 pertandingan liga untuk Manchester United antara tahun 1993 hingga 2013 dan mencetak 107 gol. Sedangkan Gary Neville telah bermain di 400 pertandingan liga sejak tahun 1992 hingga tahun 2011 dan mencetak 5 gol.

Jamie Carragher ( Liverpool )

Jamie Carragher ( Liverpool )

Sebagai seorang pemain belakang; Jamie Carragher nyaris tidak memiliki sesuatu yang sangat istimewa. Ia bukanlah sosok pemain belakang yang dikenal sangat tangguh atau bermain bersih. Justru seorang Carragher dikenal kerap terkena kartu merah dan juga membuat gol bunuh diri. Nilai lebih yang ia miliki ada kemampuannya bermain di beberapa posisi, semangat dan determinasi tinggi di lapangan serta kesetiannya pada klub. Mengawali karir di akademi sepakbola Liverpool; Carragher mulai dikenal bersama kemunculan Michael Owen, Steve McManaman dan Robbie Fowler. Pemain bertahan yang dapat dimainkan di posisi bek sayap kanan dan kiri, bek tengah serta gelandang bertahan tersebut tetap bertahan di Anfield ketika rekan – rekan seangkatannya meninggalkan Liverpool. Steve McManaman dan Michael Owen kemudian hijrah ke Real Madrid; sedangkan Robbie Fowler dijual keLeeds United. Carragher mengalami masa kebangkitan Liverpool di era Steven Gerrard meski tetap gagal memperoleh gelar juara Liga Primer Inggris. Carragher sempat merasakan gelar juara Liga Champions Eropa pada tahun2005 sebelum akhirnya pensiun di akhir musim 2012/13. Jamie Carragher tercatat bermain di 508 pertandingan liga bersama Liverpool dan mencetak 3 gol.

Francesco Totti ( AS Roma )

Francesco Totti ( AS Roma )

Seperti dilansir di BBC bahwa julukan The King of Rome sepertinya pantas disematkan pada diri seorang Francesco Totti yang sebelumnya diberi gelar The Prince of Rome. Kesetiaannya dan prestasi yang ia persembahkan kepada AS Roma memang terbilang luar biasa. Totti merupakan pemain kelahiran ibu kota Italia tersebut dan menjadi bagian dari akademi sepakbola AS Roma sejak masih kanak – kanak. Ia merupakan pemain yang mengenakan ban kapten AS Roma dengan durasi terlama. Setelah sempat mempersembahkan gelar scudetto di musim 2000/2001 bersama Gabriel Batistuta, Marco del Veccio dan Vincenzo Montella di lini depan AS Roma. Totti mengalami masa sulit di klub tersebut karena tidak pernah lagi memenangkan gelar prestisius. Tawaran pindah ke beberapa klub seperti Real Madrid pernah diterima Totti; namun sang pemain memutuskan bertahan di AS Roma. Bahkan ketika klub mengalami masalah keuangan; Totti menjadi pemain pertama yang rela mendapat pemotongan gaji demi membantu keuangan klub. Kini setelah mengenakan seragam AS Roma sejak tahun 1992; Francesco Totti dikabarkan akan pensiun di akhir musim 2016/17 ini. Totti telah tercatat bermain di 615 pertandingan liga sejak tahun 1992 dan mencetak 250 gol.

Paolo Maldini (AC Milan)

Paolo Maldini ( AC Milan )

Seperti halnya Francesco Totti di AS Roma; Paolo Maldini merupakan sosok legendaris di kubu AC Milan. Mantan bek kiri AC Milan dan tim nasional Italia tersebut merupakan pemain yang tak tergantikan di sepanjang karirnya yang panjang. Terlahir dari keluarga sepakbola; Paolo Maldini menjadi bagian dari akademi sepakbola AC Milan sejak masih muda. Sang ayah Cesare Maldini merupakan salah satu pemain legendaris AC Milan yang sama – sama berposisi sebagai pemain bertahan. Pada saat pemain bintang dan masa pasang surut datang silih berganti dari era Marco van Basten, George Weah hingga Andriy Shevchenko; Paolo Maldini tetap menjadi pilihan utama untuk mengisi lini belakang AC Milan. Tangguh, cerdik dan memiliki teknik tinggi membuat Maldini sedikit berbeda dari kebanyakan pemain belakang Italia yang dikenal keras dalam beradu fisik dan licik dalam menghindari hukuman wasit. Maldini membela AC Milan sejak tahun 1985 hingga pensiun di tahun 2009 dengan usia lebih dari 20 tahun. Atas kontribusi dan loyalitasnya; tidak ada lagi nomor punggung 3 di seragam AC Milan. Seperti juga sang ayah Cesare yang merupakan kapten AC Milan; Paolo juga merupakan kapten AC Milan. Nomor punggung 3 di seragam AC Milan dikabarkan akan digunakan salah satu putra Paolo Maldini jika nantinya masuk ke tim senior AC Milan. Paolo Maldini telah bermain di 647 pertandingan liga bersama AC Milan dengan catatan 29 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *