Yang Wajib Kamu Ketahui dari Persiapan Pentas Sepakbola Piala Dunia

Sejauh mana sih persiapan untuk ajang kompetisi besar seperti Piala Dunia? Bagi negara yang akan menjadi tuan rumah penyelenggara, persiapannya sangat panjang. Kita gunakan contoh dari Piala Dunia 2018. Dua tahun lagi, negara yang menjadi tuan rumah adalah Rusia. Dan untuk pertama kalinya, Rusia menjadi tuan rumah dari perhelatan besar tersebut.

Yang Wajib Kamu Ketahui dari Persiapan Pentas Sepakbola Piala Dunia

Pemilihan Tuan Rumah

Keputusan atau penetapan negara tuan rumah Piala Dunia itu tidak dilakukan terburu-buru. Sudah dari tahun 2009 silam, telah dipertimbangkan dan diputuskan negara-negara yang akan menjadi tuan rumah saat Piala Dunia 2018 dan 2022. Waktu itu, setiap asosiasi sepakbola di negara yang berminat mengajukan diri sudah harus menyerahkan pengajuan tersebut sebelum tanggal 2 Februari 2009.

Tahun itu, sudah tercatat tujuh negara yang melayangkan pengajuan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Tapi di tengah prosedur, Meksiko tiba-tiba mengundurkan diri. Bahkan pada tahapan berikutnya, setiap negara yang bukan berasal dari UEFA mengundurkan diri dari proses pengajuan tersebut. Tapi sebaliknya, negara-negara yang tergabung dalam UEFA dan sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah di 2022 pun mengundurkan diri. Hasil akhirnya waktu itu adalah ada pengajuan dari empat negara Eropa untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Negara-negara tersebut adalah Inggris, Rusia, Belanda/Belgia, dan Spanyol/Portugal.

Bagaimana akhirnya Rusia ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018? Tahun 2010, tepatnya tanggal 2 Desember, Komite Eksekutif FIFA mengadakan pertemuan. Ada 20 anggota komite yang berpartisipasi dalam proses pemungutan suara menentukan negara mana yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Akhirnya, Rusia keluar sebagai nama negara yang paling banyak dipilih untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2018. Peringkat kedua terbanyak ditempati oleh Spanyol/Portugal, disusul oleh Belanda/Belgia.

Untuk proses kualifikasi Piala Dunia 2018 memang belum diumumkan. Namun secara otomatis, Rusia sudah langsung lolos ke putaran final karena menjadi tuan rumah. Situasi itu sekaligus menguntungkan sebagai tuan rumah, namun masih panjang persiapannya kalau melihat dari rentang waktu sejak 2010 itu. Ada sekitar delapan tahun kurang yang harus benar-benar disiapkan termasuk infrastruktur yang akan memfasilitasi seluruh rangkaian kompetisi Piala Dunia 2018 nanti.

Lokasi Penyelenggaraan

Menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah kebanggaan yang tak cuma dirasakan oleh para petinggi negara tetapi seluruh warga negaranya. Memang kelihatannya mudah sekalu mengucapkan betapa inginnya menjadi penyelenggara Piala Dunia. Namun konsekuensinya harus dipertimbangkan dan disiapkan segala sarana dan prasarananya. Kita pun mesti ingat bahwa ini adalah kompetisi kelas dunia yang melibatkan berbagai negara yang lolos dari putaran kualifikasi hingga saling bersaing menuju babak final.

Karena itu, dari pihak negara yang sudah mengajukan penawaran menjadi tuan rumah pun tak bisa sembarangan. Ada seleksi pada kesiapan secara infrastruktur dan bagaimana nantinya operasional dari seluruh rangkaian kompetisi yang diselenggarakan di tiap wilayah atau kota. Nah, Rusia telah mengajukan beberapa kota yang bakal menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan. Negara ini menyediakan 13 kota dengan 16 stadiun. Sedangkan dari 16 stadiun itu, tiga di antaranya direnovasi dan 13 merupakan hasil pembangunan stadiun baru. Dari penjelasan itu, sudah bisa dibayangkan betapa besarnya anggaran dari sebuah negara demi menjadi tuan rumah Piala Dunia. Karena negara itu harus memiliki kesiapan dana yang sangat besar untuk tak cuma menyediakan fasilitas stadiun, tetapi yang juga memenuhi standar dari FIFA.

Membangun Infrastruktur

Membangun Infrastruktur

Jangan lupakan bahwa infrastruktur untuk kompetisi Piala Dunia itu bukan cuma stadiun. Mau ditaruh mana para pemain, manajer, dan seluruh suporter yang berasal dari berbagai belahan dunia itu? Mereka harus memiliki tempat penginapan yang cukup dan tak cuma memadai namun punya standar yang tak sembarangan. Belum lagi soal bandara dan transportasi. Bisa dibayangkan kan bagaimana gelinya di Indonesia jika menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan kondisi transportasi yang masih seperti sekarang?

(Baca juga: Apa sih kesibukan para pemain setelah menggantung sepatu?)

Bayangkan saja bahwa membangun seluruh infrastruktur itu mungkin terasa biasa sebagai bagian dari kebijakan negara. Tapi kepentingannya ini adalah untuk tujuan berskala internasional. Sehingga dana yang dibutuhkan pun lebih besar lagi. Wajar jika Rusia langsung gila-gilaan melakukan persiapan pembangunan beberapa stadiun yang sudah mendapatkan sertifikasi dari FIFA. Selain itu beberapa kebijakan pun diterapkan seperti menggaet kerjasama dengan investor swasta demi membangun infrastruktur yang lebih cepat dan sesuai standar.

Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya di satu dua kota. Tetapi sejumlah kota yang telah dipersiapkan Rusia untuk menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan. Beberapa kota yang akan menjadi tuan rumah selama Piala Dunia 2018 ini adalah Yekaterinburg, Yaroslavl, Volvograd, Sochi, Samara, Saint Petersburg, Rostov-on-Don, Nizhny Novgorod, Moscow, Krasnodar, Kazan, dan Kaliningrad.

Tantangan yang sangat besar bagi Rusia dalam mempersiapkan kompetisi Piala Dunia yang tinggal satu tahun lagi. Namun kalau dalam perencanaannya yang sudah sejak lama, rentang waktu sekitar setahun ini tinggal menyesuaikan dan menguatkan sejumlah sarana dan prasarana yang lebih menunjang.

Perkara infrastruktur selalu menjadi yang terdepan dengan perhitungan biaya yang masuk dalam kebijakan negara. Kesulitannya memang wajar karena dari sekian banyak negara yang sudah pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia, ada beberapa yang terkesan memaksakan diri. Misalnya Brasil yang dianggap memaksakan pembangunan sejumlah infrastruktur dengan tergesa-gesa seperti jalan dan bandar. Menjadi tuan rumah sebuah kompetisi besar seperti Piala Dunia memang akan menaikkan reputasi dari sebuah negara. Namun caranya pun harus dipersiapkan dengan matang.

Faktor Kemanan

Faktor Keamanan

Hal ini pula yang sangat penting dan jangan sampai malah menimbulkan citra buruk dari sebuah negara tuan rumah. Keamanan di Rusia saat ini terus dikembangkan dan dalam kaitannya pada persiapan Piala Dunia, tentu lebih ketat lagi. Berbagai risiko dalam penyelenggaraan even kelas internasional selalu menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, Rusia menjalin sejumlah kerjasama dengan setiap perwakilan negara untuk urusan keamanan. Apalagi jika sudah sampai pada babak final yang kemungkinan pun akan dihadiri langsung oleh pejabat atau kepala negara yang bersangkutan. Demikian ribet masalah ini sehingga tidak sembarangan pula persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Persoalan lainnya adalah urusan suporter. Kewaspadaan tingkat tinggi patut diarahkan pada mereka yang menjadi suporter fanatik. Bukan hanya dari dalam negeri, tetapi para suporter dari negara-negara lain yang dikenal karena aksi-aksinya yang mengkhawatirkan. Pada akhirnya memang bukan hal mudah untuk menjabarkan banyak hal rinci mengenai persiapan Piala Dunia. Ini adalah kompetisi untuk tingkat internasional dari berbagai benua. Namun masalah yang sama dan bahkan bisa jadi lebih berat bisa dihadapi oleh negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Eropa.

Itulah beberapa yang kiranya bisa kamu ketahui mengenai persiapan pentas sepakbola dunia. Kita tunggu saja setahun lagi di Rusia, dengan hasilnya yang akan terbuktikan nanti.

Sponsor Paling Sering Nongol di Jersey Klub Sepakbola Dunia

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, pasti kamu sadar atau tak sadar memperhatikan logo sponsor yang tercantum di jersey pemainnya. Kelihatannya mungkin sepele, dan kalau sponsornya sudah berganti pun tak terlalu jadi bahan obrolan yang penting dibandingkan prestasi dari pemain atau klubnya.

Sponsor Paling Sering Nongol di Jersey Klub Sepakbola Dunia

Penyematan logo sponsor di jersey sebuah klub apalagi kelas dunia merupakan salah satu penanda sepakbola modern. Sekaligus merombaknya menjadi lahan bisnis yang sangat gila-gilaan karena bukan cuma logo klub sepakbola dunia yang dicintai penggemarnya, tapi adanya logo sponsor yang turut disematkan di situ. Nah, sebenarnya sponsor apa sih yang paling sering nongol di jersey klub sepakbola dunia? Coba diingat-ingat dulu mulai dari klub sepakbola favoritmu. Masih tak ingat atau bahkan tak tahu? Di bawah ini yuk mari bahas apa saja sponsor dan logonya yang silih berganti kerap menghiasi jersey klub sepakbola dunia.

Fly Emirates

Perusahaan besar ini menyematkan logonya di jersey PSG dengan nilai kontrak mencapai 28 juta per tahun. Pendapatan total dari klub bisa sampai 51 juta per tahun dari pihak sponsor yang memasang logonya. Sedangkan jersey untuk klub ini disediakan oleh Nike yang nilainya mencapai 23 juta per tahun.

Fly Emirates juga memasang sponsor untuk Arsenal. Klub The Gunners ini memperoleh pendapatan dari perusahaan tersebut dengan nilai 43 juta per tahun. Sedangkan jersey disediakan oleh Puma dengan nilai yang sama per tahunnya. Fly Emirates pun menjadi sponsor utama untuk stadiun Arsenal. Sehingga pendapatan dari klub ini bisa lebih dari 86 juta per tahunnya.

Fly Emirates pun memasang sponsor untuk raksasa Real Madrid. Nilainya sebesar 34 juta setiap tahun. Para pemain klub ini mengenakan jersey yang distok oleh Adidas dengan nilai kontrak 158 juta per tahun. Sponsor stadiunnya adalah UAE dengan nilai 28 juta setiap tahun. Alhasil, setiap tahunnya klub besar ini mengeruk untung besar dengan total pendapatan dari sponsor mencapai 220 juta setiap tahun.

Fly Emirates memang cukup sering kita jumpai logonya di klub-klub besar dunia. Selain beberapa yang disebutkan di atas, masih ada AC Milan. Tahun 2011 silam, klub Serie A Italia ini menandatangani kontrak sponsor dengan perusahaan dari Dubai itu.

Jeep

Klub yang mengenakan jersey dengan logo sponsor perusahaan ini adalah Juventus. Bersaing di Seri A Italia, klub ini mendapatkan suntikan dana yang istimewa dari perusahaan yang memasang sponsornya di jersey garis-haris hitam putih. Nilainya mencapai 19 juta per tahun, masih ditambah perolehan sebesar 26 juta per tahun dari Adidas yang menyediakan jersey. Untuk total pendapatan klub ini bisa menembus angka 53 juta per tahun dengan tambahan sponsor stadiun dari Sportsfive.

Ettihad

Perusahaan ini menjadi sponsor utama dari klub Manchester City. Pendapatannya mencapai angka hingga 57 juta per tahun yang sekaligus menjadi sponsor stadiun. Sedangkan jersey-nya disediakan oleh Nike dengan nilai 17 juta per tahun. Kalau ditotal selama satu tahun, pendapatan klub ini dari sponsor mendekati angkat 75 juta per tahunnya.

Standard Chartered

Sebagai pihak perusahaan yang memasang sponsor untuk Liverpool, Standard Chartered menggelontorkan dana hingga sebesar 43 juta per tahun. Jersey-nya sendiri distok oleh New Balance dengan penghasilan yang bisa mencapai 36 juta per tahun. Dengan begitu, nilai total dari pendapatan sponsor klub berjuluk The Reds ini bisa hampir 80 juta per tahun.

Qatar Sport Investment

Perusahaan ini bersama Intel memasang sponsor untuk Barcelona dengan total 41 juta per tahun. Sedangkan Nike sebagai penyedia jersey mengalirkan dana setiap tahunnya sebesar 40 juta. Jika dikalkulasikan dari semua pendapatan sponsor itu, Barcelona mampu meraup 81 juta per tahun.

Yokohama

Memasang sponsor untuk raksasa dari Liga Utama Inggris yaitu Chelsea. Pendapatan klub ini dari sponsor itu saja bisa mencapai angka 57 juta per tahunnya. Chelsea masih mengeruk keuntungan dari jersey yang disediakan oleh Adidas. Nilainya mencapai angka 41 juta per tahun. Hitung saja total jendral dari pendapatan semua sponsor besar itu yang diperoleh oleh Chelsea yaitu sekitar 99 juta per tahun.

Deutsche Telekom

Perusahaan besar ini dikenal dari logonya yang terpasang di jersey Bayern Muenchen. Klub raksasa Bundesliga ini memperoleh pendapatan mencapai 34 juta per tahun dari sponsor utama tersebut. Untuk sponsor stadiunnya adalah Allianz dengan nilai 9 juta per tahun. Jersey resmi dari klub distok oleh Adidas dengan nilai kontrak sebesar 68 juta per tahun. Keseluruhan pendapatan Muenchen dalam setahun dari semua sponsor itu mencapai angka 111 juta per tahun.

Chevrolet

Manchester United adalah klub yang disponsori oleh merek otomotif mewah ini. Nilainya sebesar 80 juta per tahun. Pendapatan tersebut masih ditambah lagi oleh sponsor stadiun dari AON mencapai nilai 22 juta per tahun. Supplier jersey klub ini adalah Adidas dengan kontrak per tahun sebesar 107 juta setiap tahunnya. Dihitung keseluruhan, nilai pendapatan klub ini dari semua sponsor yang ikut bisa lebih 209 juta per tahun.

Beberapa Sponsor Sepak Bola Lainnya

Beberapa Sponsor Lainnya

Di samping banyaknya sponsor yang ada dalam klub-klub raksasa itu, masih ada sejumlah perusahaan ternama yang mencantumkan logo mereka untuk sejumlah klub. Porsinya memang tidak begitu sering atau malah nyaris terabaikan. Namun dilansir dari judi bola bahwa nilai kontraknya pun sama-sama menguntungkan antara klub dan perusahaan tersebut. Kebanyakan adalah perusahaan otomotif yang punya nama besar seperti beberapa di bawah ini.

Mercedes Benz

Perusahaan yang berdiri di Kota Stuttgart ini memasang logonya untuk VFB Stuttgart dan tim nasional Jerman. Dikenal sebagai perusahaan yang sangat nasionalis, wajar jika logonya tercantum di dua jersey itu. Perusahaan ini pun menjadi sponsor resmi untuk stadiun VFB Stuttgart. Mercedes Benz menunjukkan kepeduliannya pada potensi lokal dari kota tempat perusahaan itu berdiri dan beroperasi, serta menguatkan rasa nasionalismenya dengan memasang logo di tim nasional Jerman.

Audi

Merek dan logo terkenal dari perusahaan ini kerap menghiasi sejumlah jersey klub di Eropa. Dari Real Madrid sampai Muenchen pernah atau masih menjalin kerjasama dengan perusahaan itu. Menariknya lagi, perusahaan ini juga menyediakan kendaraan resmi bagi jajaran ofisial pelatih sampai para pemain.

Mazda

Perusahaan otomotif dari Jepang ini pernah menjalin kerjasama dengan salah satu klub Serie A Italia, Fiorentina. Tepatnya di tahun 2011 silam dan menghiasi jersey klub berwarna identik ungu itu. Namun Mazda sendiri sudah sangat masyhur sebagai perusahaan otomotif yang merajai berbagai pangsa pasar di beberapa belahan benua.

Demikianlah nama sejumlah sponsor yang kerap kita jumpai pada jersey klub-klub besar Eropa. Ternyata yang paling sering nongol adalah Fly Emirates. Perusahaan dari Dubai ini membuktikan reputasinya sebagai salah satu raksasa bisnis yang berpengaruh dalam jagad sepakbola.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Memiliki Skill Seperti Pemain Bola Kelas Dunia?

Apa sih yang harus dilakukan supaya kita menjadi seorang pemain sepakbola yang barangkali levelnya seperti kelas dunia? Kamu harus melihat dulu siapa yang bertanya itu. Kalau yang bertanya adalah seorang remaja berusia SMP atau malah sudah jadi mahasiswa dan sangat serius waktu mengajukan kalimat tersebut, bilang saja padanya untuk melupakan hal itu. Mau jadi pemain sepakbola kelas dunia dan niat itu baru muncul saat kamu sudah menginjak usia belasan tahun atau malah dua puluhan tahun? Mendingan main PES saja. Bahkan kalau kamu tergolong orang yang rutin berolahraga, khususnya sepakbola atau futsal, jika punya keinginan semacam itu adalah hal yang sangat konyol.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Memiliki Skill Pemain Kelas Dunia

Mengapa demikian? Kita lihat saja contoh dari para pemain kelas dunia yang sekarang sudah dan masih bermain untuk klub-klub besar. Mereka bukanlah pemain yang mengawali karir dari masa-masa formal. Atau dari remaja yang sudah bersekolah secara konvesional lalu tahu-tahu terjun ke dalam dunia sepakboa. Memang ada yang bersekolah di akademi sepakbola dan akhirnya bisa melanjutkan karir di klub yang mengelola sekolah tersebut. Tetapi banyak pula yang tak punya kejelasan nasib alias sudah tak punya peluang masuk di sebuah klub besar karena faktor usia.

Faktor lainnya adalah keberuntungan. Dan ini yang paling sering terjadi dan tidak bisa diduga. Banyak cerita dari para pemain kelas dunia yang dulunya mengalami masa kecil suram. Mereka memang punya bakat dan kemampuan yang istimewa. Tapi serasa tak mungkin pula untuk menjejakkan kaki mereka di lapangan hijau stadiun mewah. Butuh sentuhan dari seorang pencari bakat yang tersebar ke berbagai negara dan menemukan emas-emas muda untuk dipoles demi masa depan.

Kita lanjutkan saja pada hal yang rasional, yaitu bagaimana cara memiliki kemampuan atau skill yang setidaknya mendekati level pemain sepakbola dunia. Kalau disimpulkan dalam beberapa kata, jawabannya adalah latihan, latihan, dan terus latihan.  Lho, bukannya itu sama saja dengan apa yang dilakukan setiap hari? Yang kita bicarakan adalah metode dan kedisiplinanmu sebagai orang yang hendak memiliki kemampuan semacam itu.

Jenis Latihan Sepakbola

Jenis Latihan Sepakbola

Bagaimana sih latihan sepakbola para pemain dunia itu? Jawabannya jelas tidak sama. Lebih mudah kalau kita bandingkan pada sekolah formal sepakbola di Indonesia. Dalam sebuah sekolah yang khusus untuk mempelajari dan mengasah kemampuan sepakbola, tentu ada rangkaian kurikulum yang wajib dipraktikkan.

Seluruh rangkaian latihan itu pun harus dilakukan secara benar dan tepat. Lebih baik jika ada pengarah atau instruktur yang secara tekun memantau perkembangan dari setiap harinya. Dan ini sangat sulit ketika kamu dengan santainya melontarkan pertanyaan apakah mungkin menjadi seorang pemain sepakbola dengan kualitas yang mirip dengan pemain dunia.

Pemanasan

Sebelum latihan inti, ada pemanasan yang wajib dijalani. Ini adalah prinsip dari setiap aktivitas olahraga yang kita jalankan. Dalam panduan pendidikan sepakbola, banyak sekali jenis latihan dan pemanasannya. Salah satunya adalah pemanasan ala Brazil yang diperkenalkan dalam empat jenis gerakan. Masing-masing gerakan ini ditujukan untuk meningkatkan respons selama berlari di atas lapangan, menggocek bola, dan membidik sasaran di gawang. Semua itu dijalani dengan sederhana hingga pada tingkatan yang lebih kompleks. Apa saja sih jenis pemanasan untuk latihan ini?

Pertama, tanpa gerakan maju dan mundur. Maksud dari latihan pemanasan ini ialah supaya kamu bisa melatih respons saat kondisi tanpa tekanan. Kondisi tanpa tekanan maksudnya bergerak leluasa di atas lapangan saat tidak sedang menghadapi pemain lain atau kondisi pertahanan yang sedang diserang atau menyerang.

Hal kedua adalah latihan menggunakan bola. Beragam teknik gerakan diterapkan di sini. Mulai dari gerakan jungkir balik, sit-down, dan sebagainya. Tujuannya adalah melatih respons dalam situasi yang dinamis. Maksudnya, kamu tak pernah bisa memprediksi dari mana dan ke mana bola di atas lapangan akan mengarah.

Latihan ketiga adalah berlari sprint jarak pendek. Caranya adalah menendang bola ke depan hingga sekitar berjarak 15 m, kejar bola itu di tempat berhentinya. Lalu tendang lagi ke arah di mana kamu tadi menendang, dan kejar ketika bola itu sudah berhenti. Lakukan saja berulang-ulang hingga terbiasa.

Terakhir adalah latihan dengan gerakan maju dan mundur di lapangan. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih respons saat dalam situasi yang sangat menekan. Latihan ini lumayan berhasil jika kamu bisa menyesuaikan diri pada setiap tempo berbeda.

Dan lagi-lagi kita akan bertanya, apakah dengan semua metode di atas bakal menjamin kamu bakal punya kemampuan seperti pemain kelas dunia? Bukankah itu semua adalah latihan-latihan dasar bagi seorang pemain bola? Ya. Dan kamu pun tak bisa menampik kenyataan bahwa ada jutaan anak kecil di berbagai belahan dunia yang barangkali punya mimpi yang mirip satu sama lainnya untuk menjadi pemain kelas dunia. Dan mereka pun tak bermain dengan dasar-dasar teori yang cenderung kaku.

Jadi, apa masalahnya? Bagaimana dengan kondisi fisik yang harus dimiliki oleh seorang pemain kelas dunia? Main sepakbola secara profesional harus punya kondisi yang sangat fit. Ia harus selalu memiliki asupan nutrisi yang cukup dan lagi punya gaya hidup yang sehat. Tentu sangat berkebalikan kalau kita tarik kembali fenomena dari betapa banyaknya pemain kelas bintang yang dahulu hidupnya sangat kesusahan dan bahkan jauh dari potensi gizi. Tapi yang kita bicarakan adalah para pemain bintang yang sudah mapan. Mereka telah melewati banyak hal dalam hidupnya. Yang pasti adalah mereka punya motivasi yang sangat kuat dan intensitas berlatih yang jauh dari kebanyakan orang normal.

Tapi hitung-hitung sebagai pengetahuan umum, untuk menjadi pemain sepakbola bintang itu ada segudang konsekuensi yang wajib dipahami dan ditaati. Lihat saja pada Christiano Ronaldo. Ia adalah sosok pemain mega bintang dengan bayaran termahal di dunia. Dan berbeda dari apa yang sering dibayangkan kebanyakan orang mengenai sosok pesohor dunia, Ronaldo adalah orang yang sangat disiplin dalam latihan dan gaya hidup. Ia merupakan tipikal pemain yang sangat disiplin dan nyaris tak pernah melewatkan jadwal latihan kecuali ada hal lain.

Sementara itu, Ronaldo pun dikenal sebagai pemain yang tak pernah minum minuman beralkohol hingga merokok. Ia tahu bagaimana caranya menjaga tubuhnya supaya selalu sehat, bugar, dan fit, dengan konsekuensi logisnya sebagai sosok pemain bintang bayaran mahal. Toh, masih banyak cara lain untuk menikmati kehidupan ini dengan tidak merusak kesehatan tubuh sendiri.

Intinya, kalau mau memiliki skill minimal sepersekian persen saja dari seorang pemain level dunia, kamu harus selalu melatih badan kamu. Jagalah kesehatan dan tingkatkan kualitas hidup dengan tak membuang waktu yang bisa merugikan tubuhmu sendiri. Pokoknya terus berlatih dan kuatkan mentalmu untuk menghadapi berbagai tekanan saat di atas lapangan.

Beberapa Pemain Yang Hanya Bermain Untuk Sebuah Klub Di Sepanjang Karir Mereka

Bertahan di sebuah klub tanpa pernah mengenakan seragam klub lain merupakan pilihan yang ternyata diambil oleh beberapa pemain. Pada saat sepakbola telah menjadi industri dan peluang memperoleh kontrak serta gaji bernilai besar dapat datang dari klub manapun; beberapa pemain memilih untuk setia dengan mengakhiri karir di klub yang dibela sejak awal menjadi pemain profesional. Meski terbilang cukup jarang; namun ada pemain yang mengawali karir pada sebuah klub sebagai pemain yunior yang berlatih di akademi da bertahan di klub tersebut sepanjang karirnya. Sebuah kasus langka yang biasanya menjadikan pemain tersebut sebagai salah satu sosok legendaris di sebuah klub mengingat sang pemain memutuskan bertahan di klub tersebut dan pihak klub juga tidak pernah memutuskan untuk menjual pemain tersebut.

Kesetiaan pada sebuah klub merupakan sesuatu yang cukup langka di dunia sepakbola saat ini. Hanya beberapa pemain saja yang berani mangambil keputusan bertahan di sebuah klub tanpa pernah mengambil keputusan pindah ke klub lain. Bahkan seorang Steven Gerrard yagn disebut – sebut sebagai maskot Liverpool dan sempat menolak tawaran gaji besar dari Chelsea akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karir di MLS bersama LA Galaxy setelah kontraknya habis bersama Liverpool. Berikut ini beberapa pemain sepakbola profesional yang hanya memperkuat sebuah klub di sepanjang karir mereka.

Ryan Giggs, Paul Scholes Dan Gary Neville ( Manchester United )

Ryan Giggs, Paul Scholes Dan Gary Neville ( Manchester United )

Akademi sepakbola Manchester United pernah melahirkan sekumpulan pemain – pemain berbakat hebat di awal tahun 1990-an. Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham, Gary dan Philip Neville hingga Wes Brown serta Nicky Butt sempat digadang – gadang akan menjadi kekuatan hebat saat menjadi pemain senior. Harapan tersebut terwujud setelah mereka di bawah arahan manajer Sir Alex Ferguson menjadi salah satu generasi sepakbola paling sukses di Manchester United. Hanya saja beberapa pemain kemudian dijual oleh pihak klub; diawali dengan Beckham yang dijual ke Real Madrid. Kemudian diikuti oleh penjualan Philip Neville ke Everton, Nicky Butt ke Newcastle United dan Wes Brown di lepas ke Sunderland.

Hanya Ryan Giggs, Paul Scholes dan Gary Neville yang akhirnya mengakhiri karir dengan tetap mengenakan seragam Manchester United. Giggs yang terakhir memutuskan pensiun kemudian melanjukan karirnya sebagai staff kepelatihan di Manchester United; ia sempat menjabat asisten pelatih di masa kepemimpinan Louis Van Gaal. Sedangkan Paul Scholes yang terlebih dahulu pensiun; sempat kembali aktif dari masa gantung sepatu saat Manchester United mengalami masa sulit di akhir kepemimpinan Ferguson. Gary Neville yang sering mengalami cedera memutuskan pensiun dan aktif di dunia kepelatihan. Ryan Giggs mencatat 672 pertandingan liga bersama Manchester United antara tahun 1990 hingga 2014 dan mencetak total 114 gol. Sementara itu Paul Scholes mencatat 499 pertandingan liga untuk Manchester United antara tahun 1993 hingga 2013 dan mencetak 107 gol. Sedangkan Gary Neville telah bermain di 400 pertandingan liga sejak tahun 1992 hingga tahun 2011 dan mencetak 5 gol.

Jamie Carragher ( Liverpool )

Jamie Carragher ( Liverpool )

Sebagai seorang pemain belakang; Jamie Carragher nyaris tidak memiliki sesuatu yang sangat istimewa. Ia bukanlah sosok pemain belakang yang dikenal sangat tangguh atau bermain bersih. Justru seorang Carragher dikenal kerap terkena kartu merah dan juga membuat gol bunuh diri. Nilai lebih yang ia miliki ada kemampuannya bermain di beberapa posisi, semangat dan determinasi tinggi di lapangan serta kesetiannya pada klub. Mengawali karir di akademi sepakbola Liverpool; Carragher mulai dikenal bersama kemunculan Michael Owen, Steve McManaman dan Robbie Fowler. Pemain bertahan yang dapat dimainkan di posisi bek sayap kanan dan kiri, bek tengah serta gelandang bertahan tersebut tetap bertahan di Anfield ketika rekan – rekan seangkatannya meninggalkan Liverpool. Steve McManaman dan Michael Owen kemudian hijrah ke Real Madrid; sedangkan Robbie Fowler dijual keLeeds United. Carragher mengalami masa kebangkitan Liverpool di era Steven Gerrard meski tetap gagal memperoleh gelar juara Liga Primer Inggris. Carragher sempat merasakan gelar juara Liga Champions Eropa pada tahun2005 sebelum akhirnya pensiun di akhir musim 2012/13. Jamie Carragher tercatat bermain di 508 pertandingan liga bersama Liverpool dan mencetak 3 gol.

Francesco Totti ( AS Roma )

Francesco Totti ( AS Roma )

Seperti dilansir di BBC bahwa julukan The King of Rome sepertinya pantas disematkan pada diri seorang Francesco Totti yang sebelumnya diberi gelar The Prince of Rome. Kesetiaannya dan prestasi yang ia persembahkan kepada AS Roma memang terbilang luar biasa. Totti merupakan pemain kelahiran ibu kota Italia tersebut dan menjadi bagian dari akademi sepakbola AS Roma sejak masih kanak – kanak. Ia merupakan pemain yang mengenakan ban kapten AS Roma dengan durasi terlama. Setelah sempat mempersembahkan gelar scudetto di musim 2000/2001 bersama Gabriel Batistuta, Marco del Veccio dan Vincenzo Montella di lini depan AS Roma. Totti mengalami masa sulit di klub tersebut karena tidak pernah lagi memenangkan gelar prestisius. Tawaran pindah ke beberapa klub seperti Real Madrid pernah diterima Totti; namun sang pemain memutuskan bertahan di AS Roma. Bahkan ketika klub mengalami masalah keuangan; Totti menjadi pemain pertama yang rela mendapat pemotongan gaji demi membantu keuangan klub. Kini setelah mengenakan seragam AS Roma sejak tahun 1992; Francesco Totti dikabarkan akan pensiun di akhir musim 2016/17 ini. Totti telah tercatat bermain di 615 pertandingan liga sejak tahun 1992 dan mencetak 250 gol.

Paolo Maldini (AC Milan)

Paolo Maldini ( AC Milan )

Seperti halnya Francesco Totti di AS Roma; Paolo Maldini merupakan sosok legendaris di kubu AC Milan. Mantan bek kiri AC Milan dan tim nasional Italia tersebut merupakan pemain yang tak tergantikan di sepanjang karirnya yang panjang. Terlahir dari keluarga sepakbola; Paolo Maldini menjadi bagian dari akademi sepakbola AC Milan sejak masih muda. Sang ayah Cesare Maldini merupakan salah satu pemain legendaris AC Milan yang sama – sama berposisi sebagai pemain bertahan. Pada saat pemain bintang dan masa pasang surut datang silih berganti dari era Marco van Basten, George Weah hingga Andriy Shevchenko; Paolo Maldini tetap menjadi pilihan utama untuk mengisi lini belakang AC Milan. Tangguh, cerdik dan memiliki teknik tinggi membuat Maldini sedikit berbeda dari kebanyakan pemain belakang Italia yang dikenal keras dalam beradu fisik dan licik dalam menghindari hukuman wasit. Maldini membela AC Milan sejak tahun 1985 hingga pensiun di tahun 2009 dengan usia lebih dari 20 tahun. Atas kontribusi dan loyalitasnya; tidak ada lagi nomor punggung 3 di seragam AC Milan. Seperti juga sang ayah Cesare yang merupakan kapten AC Milan; Paolo juga merupakan kapten AC Milan. Nomor punggung 3 di seragam AC Milan dikabarkan akan digunakan salah satu putra Paolo Maldini jika nantinya masuk ke tim senior AC Milan. Paolo Maldini telah bermain di 647 pertandingan liga bersama AC Milan dengan catatan 29 gol.

Apa Kesibukan Para Pemain Bintang Setelah Gantung Sepatu?

Pemain sepakabola profesional dapat dikatakan sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya pada olahraga tersebut. Keseharian para pemain sepakbola profesional biasanya dipenuhi dengan latihan dan persiapan menjelang pertandingan. Terlebih lagi di negara Eropa dengan jadwal pertandingan yang padat. Seorang pemain sepakbola seringkali harus menjalani 2 hingga 3 pertandingan dalam satu pekan. Pemain sepakbola merupakan sebuah profesi yang unik; kebanyakan pemain memulai karir sepakbola mereka sejak masih berusia belasan dengan bergabung di sebuah akademi sepakbola sebelum akhirnya menjadi pemain profesional penuh. Kebanyakan pemain sepakbola profesional hanya memiliki rentang karir kurang lebih 10 tahun sebagai pemain utama. Beberapa pemain memang menjadi perkecualian karena memiliki rentang karir yang panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu atau pensiun.

Apa Kesibukan Para Pemain Bintang Setelah Gantung Sepatu

Layaknya sosok yang mendedikasikan hidupnya pada sepakbola semasa menjadi pemain. Beberapa pemain sepakbola profesional yang telah pensiun tetap menjalani hidup mereka di sekitar dunia sepakbola. Sedangkan beberapa mantan pemain sepakbola melanjutkan hidup mereka dengan menekuni profesi atau kegiatan baru yang tidak berhubungan dengan sepakbola. Berikut ini beberapa kisah mantan pemain sepakbola dalam menjalani hidup dan profesi setelah gantung sepatu.

Mantan Pemain Sepakbola Yang Melanjutkan Karir Di Dunia Sepakbola

Salah satu pilihan karir yang banyak dipilih oleh para mantan pemain sepakbola profesional adalah menjadi pelatih. Menekuni karir kepelatihan sepertinya menjadi kelanjutan dedikasi mereka pada olahraga sepakbola. Ada cukup banyak sosok yang sukses semasa menjadi pemain sepakbola dan sukses mengulang sukses tersebut ketika telah menjadi pelatih. Sedangkan mantan pemain sukses yang gagal saat menjadi pelatih atau manajer tim sepakbola juga cukup banyak. Keinginan untuk menjadi pelatih atau manajer tim sepakbola biasanya sudah diputuskan saat seorang pemain mendekati penghujung karirnya. Beberapa pemain bahkan telah mengikuti semacam kursus untuk mendapatkan lisensi kepelatihan.

Sosok Pep Guardiola dan Zinedine Zidane sepertinya layak untuk disebut sebagai mantan pemain sukses yang mampu mengulang sukses sebagai pelatih. Pep Guardiola merupakan bagian dari generasi emas pemain Barcelona di era 90-an bersama dengan Luis Enrique yang kini juga menjadi manajer klub asal Katalan tersebut. Guardiola sukses meraih beberapa tropi sebagai pemain Barcelona; kemampuannya sebagai sebagai peracik strategi terasah sejak menjadi pemain yang menempati posisi gelandang bertahan. Setelah sukes menangani Barcelona dan Bayern Munich; kini Pep Guardiola merupakan manajer Manchester City. Persaingan ketat di Liga Primer Inggris dan keberadaan beberapa manajer kelas dunia di liga tersebut ternyata membuat Guardiola gagal mengulang sukses di Spanyol dan Jerman.

Mantan Pemain Sepakbola Yang Melanjutkan Karir Di Dunia Sepakbola

Sedangkan Zinedine Zidane yang merupakan mantan pemain yang sukses bersama Juventus dan Real Madrid; kini menjabat sebagai manajer El Real. Sempat menjadi staf kepelatihan tim yunior Real Madrid hingga menjadi manajer tim Castilla; Zidane akhirnya ditunjuk sebagai manajer di pertengahan musim lalu untuk menggantikan posisi Rafael Benitez yang dinilai gagal. Meraih tropi Liga Champions Eropa di akhir musim lalu merupakan pencapaian yang luar biasa. Kini Zidane masih memiliki peluang membawa kembali Real Madrid menjadi juara Eropa dan sekaligus menjadi juara La Liga Spanyol.

Jika ada mantan pemain yang sukses sebagai manajer; ada pula mantan pemain yang belum mampu meraih sukses menjadi manajer jika tidak boleh disebut gagal. Gary Neville yang merupakan mantan bintang dan kapten Manchester United merupakan salah satunya. Gagal total saat menangani Valencia bersama Phillip Neville sang adik; kini Gary menjadi manajer sepakbola dengan status tanpa klub. Situasi yang sama juga dialami oleh mantan bintang Setan Merah lain; Ryan Giggs juga menjadi manajer yang kini dalam posisi tanpa klub. Berbeda dengan Neville yang dipecat dari Valencia; Giggs mengundurkan diri dari keterlibatan kegiatan kepelatihan di Manchester United setelah kedatangan Jose Mourinho. Giggs sebelumnya merupakan asisten manajer Louis van Gaal di klub tersebut; namun kedatangan Mourinho membuat posisi Giggs digeser dari asisten pelatih. Sempat dikabarkan mendapat tawaran menangani Swansea City dan tim nasional Wales; Giggs ternyata memilih untuk mengambil waktu jeda dari kegiatan kepelatihan dengan alasan menunggu tawaran yang tepat.

Beberapa mantan pemain sepakbola profesional ada pula memilih jalur selain pelatih atau manajer; namun terlibat dalam pengelolaan klub. Direktur teknis atau direktur olahraga merupakan jabatan yang seringkali ditempati oleh mantan pemain. Sebut saja Patrick Kluivert yang kini menjadi direktur klub Perancis Paris Saint Germain. Sedangkan mantan bintang tim nasional Jerman Mathias Sammer pernah menjabat sebagai direktur olahraga klub Bayern MUnich dan kemudian digantikan oleh mantan bintang Jermain lain Lothar Matthaus yang kini menjabat posisi tersebut.

Mantan Pemain Sepakbola Yang Aktif Di Dunia Penyiaran

Selain menjadi manajer atau pelatih sepakbola; banyak mantan pemain sepakbola memilih karir di bidang penyiaran untuk menjadi analis atau komentator pertandingan. Beberapa mantan pemain bintang kini masih sering terlihat di layar kaca sebagai analis atau komentator pertandingan. Mantan Liverpool Jamie Redknapp, Steve McManaman dan Jamie Carragher merupakan mantan pemain yang sukses menjalani karir baru di dunia penyiaran. Ketiganya kini sering tampil sebagai analis pertandingan di stasiun televisi ESPN. Ada banyak mantan pemain Liga Primer Inggris yang kini aktif sebagai pundit atau komentator pertandingan sepakbola. Sebut saja Thierry Henry, Alan Shearer hingga Owen Hargreaves yang kerap muncul di layar televisi saat sebuah pertandingan sepakbola disiarkan.

Mantan Pemain Sepakbola Yang Menekuni Bisnis Setelah Pensiun

Beberapa mantan pemain sepakbola profesional ternyata memilih melanjutkan karir di dunia yang berjauhan dengan sepakbola. Menekuni bisnis menjadi pilihan beberapa mantan pemain sepakbola profesional seperti David Beckham. Mantan gelandang sayap Manchester United dan Real Madrid tersebut memang dikenal aktif di dunia bisnis sejak masih aktif di lapangan hijau. Terlebih lagi Beckham juga menikahi seorang wanita selebriti; sang istri Victoria merupakan mantan anggota Spice Girls yang juga sangat populer pada masanya. Keduanya kini aktif mengelola bisnis di bidang fashion dengan berbagai produk seperti pakaian, sepatu hingga parfum. Kiprah Beckham di dunia bisnis sebenarnya telah dimulai sejak masih bermain sebagai pemain sepakbola profesional. Ia pernah menjadi brand ambassador dari beberapa merek terkemuka dunia seperti Adidas dan H&M.

Mantan Pemain Sepakbola Yang Menekuni Bisnis Setelah Pensiun

Selain menjalankan bisnis di bidang fashion; David Beckham juga tetap menjalani kegiatan bisnis yang berkaitan langsung dengan sepakbola. Bersama Simon Fuller yang juga merupakan orang Inggris; Beckham kini merupakan salah satu pemilik klub Major League Soccer Miami MLS Team. Tim tersebut tengah menyelesaikan pembangunan stadion sebelum resmi bergabung dalam kompetisi Major League Soccer di Amrika Serikat. Setelah sempat membuat sekolah sepakbola David Beckham Academy di London dan Los Angeles pada tahun 2005 hingga 2009; Beckham dikabarkan tengah menyiapkan kegiatan serupa yang digulirkan berkeliling dunia untuk menjaring bakat muda dan memberi kesempatan bagi anak – anak untuk berlatih sepakbola dengan lebih serius.